49 - Apa Kalian Bertengkar?

1358 Kata

Permintaanku, yang keluar begitu saja dari kepolosanku, membuat Kalandra tertawa rendah. Tawanya terdengar gelap dan memabukkan di ruangan yang sunyi itu. Adegan di layar terus berjalan, seolah menjadi latar belakang provokatif untuk kami. Kalandra segera menarikku ke pelukannya. "Kamu yang memintanya, Sayang," bisiknya, suaranya serak, penuh janji. Aku tidak perlu mendengar dua kali. Aku memajukan tubuhku, dan kami pun berciuman. Ciuman itu langsung menjadi sangat panas dan liar. Kalandra mencengkeram rahangku, memastikan ciumannya dalam dan menuntut. Lidahnya menjelajahi setiap sudut mulutku, mencari kepuasan yang lebih dari sekadar ciuman. Aku merespons dengan intensitas yang sama, menarik kemejanya, ingin merobek penghalang di antara kami. Gairah yang sudah dipicu oleh film di lay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN