"Sudah siap, Sayangku?" Aku menoleh ke arah pintu kamar. Kalandra berdiri di sana sambil memutar kunci mobil di telunjuknya. "Sudah, Mas. Buku kontrolnya juga sudah masuk tas," jawabku sambil menepuk tas selempang kecilku. "Ayo turun. Kalau kita terlambat lima menit lagi, Ibu bisa-bisa menelepon Dokter Clara untuk memindahkan ruang praktiknya ke rumah kita." Aku tertawa pelan. "Ibu sudah di bawah?" "Sudah standby di ruang tamu sejak jam enam pagi," Kalandra menggelengkan kepala. "Mas bahkan curiga Ibu tidur pakai baju pergi semalam saking tidak sabarnya." Aku menggamit lengan suamiku. Kami berjalan menuruni tangga bersama. Benar saja, Ibu Marine sudah mondar-mandir di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan kecil bercover kulit. "Astaga, Alan, Alea! Lama sekali kalian in

