Setelah semua orang pulang—setelah Pak Sebastian membawa Gilbert dengan wajah tertunduk malu dan Pak Hendra bergegas pergi membawa berkas-berkas berisi hukuman bagi masa depan Alisa. Suasana kediaman keluarga Atmaja menjadi sangat sunyi. Namun bukan hanya kesunyian yang Alea rasakan, ini lebih terasa menyesakkan baginya. Kalandra berdiri, ia menggenggam tangan Alea yang sedari tadi terasa sedingin es. Ia menatap Ibu Marine, memberikan isyarat tanpa suara melalui sorot matanya yang masih menyimpan bara amarah. "Bu, aku bawa Alea pergi sebentar," pamit Kalandra pendek. Ibu Marine mengangguk pelan, matanya menatap menantunya dengan tatapan penuh simpati. Beliau menyentuh lengan Kalandra, meremasnya kuat sebagai bentuk dukungan. "Bawa dia, Alan. Kuatkan hatinya. Dia butuh kamu lebih dari a

