21 - Kesepakatan Terlarang 🔥

1526 Kata

Langkahku terasa berat saat tiba di apartemen. Sebenarnya aku ingin menunda pulang, mungkin sekadar berjalan lebih lama di luar, mencari alasan agar tidak harus menghadapi kenyataan. Tapi tubuhku terasa lemas, kepala pening, dan tidak ada tempat lain yang bisa kutuju. Kalandra sudah duduk di ruang tamu, terlihat tenang seperti biasanya. Ia memandangku begitu aku masuk, matanya meneliti setiap detil wajahku yang kelelahan. Tanpa banyak bicara, ia berdiri dan berjalan mendekat. “Terjadi sesuatu?” tanyanya pelan, nada suaranya datar tapi jelas ada kekhawatiran di baliknya. Aku menggeleng, lalu menjatuhkan diri ke sofa. Ada perasaan tertahan di d**a, percampuran antara lelah fisik, emosi, dan kebingungan yang menumpuk selama berhari-hari. Kalandra ikut duduk di sampingku, lalu mengusap pipi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN