Ponsel di atas meja kayu itu terus bergetar. Kalandra melirik layarnya sesaat, lalu meraihnya dengan gerakan tenang. "Mas angkat ini sebentar. Urusan kerja," ucap Kalandra singkat. Alea hanya mengangguk, mulutnya sibuk mengunyah potongan buah. "Iya, jangan lama-lama." Alea menatap Kalandra, suaminya itu sudah tiga kali mendapatkan telepon penting dan Alea agak curiga, tapi dia tak mau bertanya karna itu urusan Kalandra. Begitu Kalandra menjauh ke sudut paviliun, Alea meraih ponselnya sendiri. Ia membuka ruang obrolan dengan Ibu Marine, mengirimkan foto pantai yang diambilnya kemarin sore. "Pagi, Ibu. Alea lagi sarapan hari terakhir di Bali," ketiknya. Hanya dalam hitungan detik, balasan masuk. Sebuah foto tangkapan layar portal berita menyusul kemudian. Ibu Marine: Cantik sekali,

