Alea tidak menjawab. Ia justru memutar tubuhnya dengan sentakan kasar, menubruk d**a Kalandra dan mencengkeram kemeja suaminya sekuat tenaga. "Mas... Mas... h-dia..." rintih Alea. Tubuhnya mulai gemetar hebat, sebuah tremor yang tidak bisa ia kendalikan. Air mata menetes tanpa ia sadari, sementara keringat dingin membasahi pelipisnya. Kalandra segera mendekap tubuh Alea, melindunginya dari kerumunan orang yang mulai memperhatikan mereka. "Alea! Hei, lihat aku! Tarik napas, Sayang. Pelan-pelan..." Alea tidak bisa mendengar. Ia merasa seolah sedang tenggelam. Setiap kali ia mencoba menarik napas, dadanya terasa nyeri seperti tertusuk duri. "S-sesak, Mas... t-takut..." Kalandra tidak punya pilihan. Ia segera membimbing Alea masuk ke dalam pesawat lebih awal melalui jalur prioritas, ha

