238 - Mimpi Yang Sangat Nyata (3)

1893 Kata

Aku membuka mata perlahan. Pandanganku masih sedikit kabur. Hal pertama yang aku rasakan adalah kebas di lengan kananku akibat posisi tidur yang tidak berubah. Aroma rumah sakit langsung menyapa hidungku, disusul suara mesin monitor yang berdenging pelan dan teratur. Aku mencoba menggerakkan jari tanganku. Kalandra langsung terbangun. Ternyata dia tidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang, sementara kepalanya bersandar di tepi kasur tepat di sebelah tanganku. Kalandra mengusap wajahnya dengan satu tangan. Dia langsung berdiri dan memeriksa wajahku dengan tatapan sangat cemas. "Kamu sudah bangun, Alea? Ada yang sakit? Perutnya masih kaku?" tanyanya beruntun. Aku menggeleng pelan. Aku merasakan perutku dengan tangan kiri. Syukurlah, rasa kaku dan nyeri yang menyiksa tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN