223 - Gender Reveal (1)

1825 Kata

Teh di cangkirku sudah hampir habis, tapi kehangatan di taman ini masih terasa awet. Kalung safir pemberian Ibu Marine terasa dingin di leherku, kontras dengan jemari Kalandra yang masih mengusap bahuku pelan. Ibu Marine sendiri masih duduk di depan kami, menatap perutku dengan binar mata yang tidak bisa disembunyikan. "Alea, kandunganmu sudah jalan enam bulan, kan?" tanya Ibu Marine tiba-tiba. Aku mengangguk. "Iya, Bu. Sudah masuk minggu kedua puluh empat." "Berarti sudah sangat jelas kalau mau USG lagi. Besok kita ke dokter langganan keluarga ya? Ibu ingin sekali melihat cucu Ibu. Kita harus tahu apa kita perlu beli perlengkapan bayi warna biru atau pink," ujar Ibu Marine antusias. Aku terdiam sejenak, lalu melirik Kalandra yang tampak menyimak pembicaraan kami. Sebuah ide yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN