38. Hasrat & Pencarian Identitas (21+++)

1441 Kata

​“Dewa, lampunya...” Aruntala mencoba memprotes pelan, namun suaranya justru terdengar seperti undangan. ​“Biarkan menyala,” geram Dewangga rendah. Ia ingin melihat setiap jengkal keindahan yang selama ini ia klaim sebagai miliknya. Ia ingin melihat rona merah di pipi Aruntala dan binar gairah di matanya. ​Dewangga menggendong Aruntala, kaki wanita itu melingkar secara refleks di pinggang tegapnya. Ia membawa Aruntala menuju tempat tidur besar yang sudah disiapkan. Begitu tubuh Aruntala mendarat di atas seprai sutra, Dewangga segera mengungkungnya, menatapnya dengan tatapan lapar yang tidak lagi ia sembunyikan. ​“Kau terlihat sangat cantik malam ini, tapi aku jauh lebih menyukaimu seperti ini,” gumam Dewangga sambil menanggalkan jas dan dasinya dengan satu tangan, sementara mata gelapny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN