Di lantai bawah, Dewangga sudah menunggu di dekat tangga besar. Ia telah berganti pakaian dengan setelan tuksedo hitam yang dijahit sempurna, menyesuaikan siluet tubuhnya yang tegap. Jam tangan mewah melingkar di pergelangan tangannya, dan rambutnya tertata rapi, memberikan kesan pria yang bukan hanya tampan, namun juga berkuasa dan tak tersentuh. Ketenangan yang dirasakannya seketika harus runtuh saat terdengar suara ketukan pelan sepatu hak tinggi di lantai atas. Dewangga mendongak. Di sana, di puncak tangga, Aruntala muncul dengan penampilannya. Gaun burgundy pilihan Amary itu jatuh dengan sempurna di tubuh mungilnya. Bahan satin premiumnya berkilau lembut setiap kali Aruntala melangkah, memeluk lekuk tubuhnya dengan sopan namun sangat menggoda. Potongan off-shoulder gaun itu memam

