16. Terpojok

1116 Kata

Dewangga berdiri di balkon kamarnya yang luas, membiarkan angin malam yang dingin menerpa wajahnya. Namun, dinginnya udara malam itu sama sekali tidak mampu memadamkan api yang baru saja tersulut di dalam dirinya. Dan semua itu, berkat wanita muda bernama Aruntala Keiya Edelweis yang masuk ke dalam hidupnya secara tiba-tiba. Dewangga tidak tahu, apakah itu takdir Tuhan atau bukan, namun ia tidak akan pernah melepaskannya, suka tidak suka, sekalipun Aruntala tidak menginginkannya. Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya, atau mungkin karena Aruntala berbeda dengan Herra? ​Ia menatap telapak tangan kanannya. Jemarinya seolah masih bisa merasakan tekstur kulit Aruntala yang lembut, hangat, dan kenyal. Aroma tubuh Aruntala yang seperti perpaduan antara s**u bayi dan vanila masih tertinggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN