12. Menyimpul Dasi Dewangga

1465 Kata

Oetman memandu Aruntala menyusuri lorong panjang yang dihiasi lukisan-lukisan klasik bernilai fantastis. Langkah kaki Aruntala yang memakai heels menciptakan bunyi denting pelan di atas marmer, satu-satunya suara yang memecah keheningan rumah yang terasa begitu sunyi namun mencekam. ​“Ini kamar Anda, Nona Aruntala,” ujar Oetman sambil membukakan pintu kayu jati yang kokoh. ​Aruntala melangkah masuk dan hampir kehilangan napas. Kamarnya saja sudah dua kali lipat lebih besar dari seluruh luas panti asuhan tempat ia tumbuh. Furnitur serba mewah, ranjang king-size dengan sprei sutra, dan jendela besar yang menampilkan pemandangan taman belakang yang luas. Namun, perhatian Aruntala segera beralih pada sebuah pintu ganda di sisi kanan kamar. ​“Apa itu?” tanya Aruntala penasaran. ​Oetman mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN