13. Terpesona Melihat Tubuh Dewangga

1229 Kata

Aruntala turun dari mobil sedan hitam yang menjadi fasilitasnya selama menjadi ibu s**u sesuai intruksi Dewangga, dengan gerakan yang hati-hati. Meski ia sudah mencoba bernegosiasi dengan pria itu karena pasti akan mencolok dan menjadi pusat perhatian, namun Dewangga tetaplah Dewangga, tidak mau dan tidak suka dibantah sehalus apapun bantahan itu datang. Sehingga, Aruntala tidak punya pilihan selain mengikuti apa yang pria itu perintahkan. Walau begitu, ia tetap Aruntala yang sama; mahasiswi tingkat akhir yang fokus pada tujuan akhirnya. Lulus skripsi. “Aru! Hei bocah nakal! Berhenti di situ!” teriak Ishana dari arah belakang dan langsung berlari menghampirinya. “Kau kemana saja, sih? Aku menghubungimu dari kemarin tahu?!” omelnya sambil mencubit pipi Aruntala. “Shanaaaa berhenti men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN