45. Menjadi Orang Ketiga?

1180 Kata

Setelah percakapan emosional di taman belakang, Dewangga akhirnya berangkat ke kantor dengan hati yang sedikit lebih tenang, sementara Aruntala memilih untuk tetap tinggal di panti sejenak untuk menenangkan diri. Ia telah berjanji pada Dewangga akan kembali ke mansion siang nanti, sebuah komitmen yang meski berat namun akhirnya tetap Dewangga setujui. ​Aruntala duduk sendirian di sebuah bangku kayu panjang. Pandangannya lurus ke depan, memperhatikan adik-adik pantinya yang sedang berlarian dan bermain dengan riang, namun pikirannya jelas jauh melayang. Sentuhan bibir Dewangga masih terasa nyata, meninggalkan jejak panas yang beradu dengan rasa cemas yang kian menghimpit. Aruntala tahu, akan sulit baginya untuk lepas total dari Dewangga apalagi mengingat perasaannya yang juga ikut andil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN