32. Sebuah Pelajaran Kecil Dewangga

1108 Kata

Di ruang kerja pribadinya yang beraroma cerutu dan kayu ek, Dewangga duduk dengan tenang, namun aura di sekitarnya terasa sedingin es. Oetman, tangan kanannya yang paling setia, berdiri tegak di depan meja besar itu. ​“Tuan, laporan dari lapangan,” Oetman memulai dengan suara rendah. “Nona Aruntala bertemu dengan mantan suaminya, Rengga, dan calon istrinya di supermarket. Terjadi keributan. Mereka menghina Nona Aruntala dengan kata-kata yang sangat tidak pantas, menuduhnya sebagai wanita simpanan Anda, dan... mengungkit insiden pemaksaan di masa kuliah dulu.” ​Dewangga meletakkan cangkirnya dengan dentuman pelan namun tegas. Senyum tipis yang mengerikan muncul di sudut bibirnya. “Jadi, dia berani menghina milikku setelah apa yang dia lakukan padanya di masa lalu? Berani sekali.” ​Dewan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN