Ruangan itu mendadak terasa sempit, seolah oksigen di dalamnya tersedot habis oleh kenyataan pahit yang baru saja terungkap. Dewangga merasakan dadanya sesak, ada rasa perih yang meremas hatinya saat menyadari bahwa sang ayah—pria yang selalu menjunjung tinggi kehormatan dan logika keluarga Langston—ternyata menyimpan borok yang begitu menjijikkan. “Apakah informasi yang kau bawa benar-benar valid, Oetman?” tanya Dewangga, suaranya terdengar goyah, sesuatu yang jarang sekali terjadi padanya secara terang-terangan. Oetman menatap tuannya dengan tatapan simpatik namun tetap teguh pada faktanya. “Sayangnya, informasi ini sangat valid, Tuan.” Hati Dewangga mencelos. Kepercayaan yang selama ini ia bangun terhadap ayahnya runtuh berkeping-keping. “Sudah kau cari tahu siapa wanita yang pern

