51. Kecurigaan Dewangga

839 Kata

Suara napas mereka yang masih tersengal perlahan mulai beraturan. Di bawah selimut yang sama, Aruntala menyandarkan kepalanya di d**a bidang Dewangga, mendengarkan detak jantung pria itu yang perlahan mulai stabil. Namun, ketenangan itu seketika pecah saat suara berat Dewangga memecah keheningan. ​“Aru?” ​“Ya?” jawab Aruntala lirih, tangannya masih mengusap sisa keringat di bahu Dewangga. ​“Apa ada sesuatu yang terjadi?” ​Aruntala tertegun selama beberapa detik. Ia mendongak perlahan, menatap mata Dewangga yang kini menyorotnya dengan penuh selidik. Tidak mungkin Dewa mencurigainya, kan? Apakah sikapnya terlalu berlebihan? ​Aruntala kemudian menggeleng pelan di pelukan Dewangga, berusaha sekuat tenaga untuk bersikap biasa saja. “Tidak ada, kenapa memangnya?” ​“Kau... tidak seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN