Bab 53 : Ditembak

1151 Kata

Setelah yang terjadi antara Alea dan Jeje, barulah mereka mulai bersikap lebih terbuka satu sama lain. "Pelan-pelan, apa perlu saya belikan salep atau obat pereda nyeri?" "Nggak, Mas, mana ada obat yang kayak begitu." Alea cepat menggeleng. Membayangkan suaminya membeli obat yang berhubungan dengan rasa sakitnya selepas berhubungan intim. Pasti itu sangat amat memalukan. "Pasti ada Alea, semua juga ada obatnya." Jeje tetap kekeh. "Saya akan cari di apotek, ya." "Mas, tadi udah lebih mendingan setelah mandi air hangat." Alea kembali memerah. "Udah, jangan dibahas, kayaknya nanti juga hilang kok perihnya." "Kamu yakin?" "Iya, aku mau ganti baju dulu ya." "Oke, Sayang. Ya udah, saya siapkan sarapan ya." "Eh, nggak apa-apa?" "Kenapa?" "Maksud ku apa nggak apa-apa, kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN