"Selamat pagi Alea." "Hem, pagi, Mas, kamu udah bangun?" Jeje tengah mengusap pipinya dengan telapak tangan, berbaring di sebelahnya sambil memeluk dari belakang. "Udah jam sembilan." "Apa? Jam sem-sembilan?" Alea bergegas bangun dan menegakkan tubuh. Kain selimutnya melorot hingga menampakkan tubuh nya yang polos. "Astaga! Lupa!" Alea memekik kaget dan langsung menarik lagi selimutnya ke atas. "Aku kesiangan, Mas sengaja, ya, nggak bangunin aku?" Jeje terkekeh gemas dan langsung mengecup bibir yang sedang mengerucut di depannya itu. "Mas!" dorong Alea pelan. "Aku belum mandi, ih!" Jeje melepaskan Pagutan itu tapi kemudian kembali mencium lagi. "Mas, ih!" "Gemes, Sayang. Kamu lucu banget, lagian kamu terlalu pules. Saya mana tega bangunin kamu." Jeje mengusap rambut

