"Berhenti panggil aku sayang, kamu nggak sesayang itu sama aku!" "Aku sayang kamu, Alea." Alea sibuk menggelengkan kepala "Ya, aku tau, aku ini cuma wanita yang terpaksa kamu nikahi, kan?" "Alea kamu jangan gini dong." Jeje mendekati Alea tapi dia tetap menolaknya. "Aku sadar kok, aku nggak lebih berharga dari masa lalu kamu. Apalagi masa lalu kamu luar biasa, nyaris sempurna." Alea menangis, dia merasa sesak, sesakit ini, kalau dia ingat dulu dia pernah berkata dia tidak masalah jika Jeje direbut wanita lain di hadapan Jihan. Alea merasa dia sangat bodoh sekarang. Alea nyatanya terluka dan hanya ingin memiliki Jeje sendirian, tidak mau kehilangan. "Jangan ngomong gitu, Sayang," mohon Jeje. Jeje ikut terluka, dia makin menyesal setelah mendengar tangisan Alea. "Kamu salah

