Aleandra berjalan dengan langkah kaki gontai. Sejujurnya hatinya merasa risau. Bagaimana tidak, saat ini Jeje sedang mengobrol dengan wanita lain di luar sana. Apakah keputusan membiarkan hal itu adalah benar, atau malah hal itu yang menqjadi masalah kemudian. Namun, jika Alea bertindak kekanakan, bukannya itu hanya akan mempermalukan dirinya. Walau dia terbakar cemburu, tapi dia tetap berusaha percaya, bahwa Jeje akan selalu mencintainya, hanya dirinya. "Apa yang mau dikatakan Ana pada Mas Jeje, ya?" gumamnya, mski itu keputusan dia sendiri, tapi tetap saja kepikiran. Alea membuka gaun, lalu segera berganti dengan pakaian tidur. "Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka berdua? Mas Jeje bilang mereka hanya sahabat lama, tapi gue yakin, ada sesuatu di antara mereka, yang sempat t

