Flashback Langit sudah bertinta hitam pekat. Ana baru saja tiba di sebuah rumah sakit. Barusan, seseorang menelpon bahwa ibunya mengalami kecelakaan. Ia mencengkeram erat setir, dengan mata dipenuhi buliran bening. Tubuhnya gontai, bahkan ia merasa amat lemas dan tak kuat untuk keluar dari mobil, menemui ibunya yang dikabarkan kritis. "Mama," tangis Ana pecah. Ia menguatkan diri, melangkah menuju ruangan ICU rumah sakit tersebut. "How is my mother, Doctor?" Dokter tersebut hanya diam. Sebelum akhirnya ia membuka mulutnya. "Your mom is in a serious condition, chances are she won't be able to survive if she doesn't get a blood donation." Dokter mengatakan, kondisi mamanya cukup mengkhawatirkan, dia mungkin tidak akan bisa bertahan jika tidak mendapatkan donor darah. Saat itu Ana t

