Jeje tidak dapat menyembunyikan rasa cemasnya pada Alea. Ia tidak suka saat Alea bilang akan pergi ke acara Diandra. Salah satu hal yang cukup sulit Jeje arahkan adalah keras kepala Alea. Keano menepuk bahu Jeje yang terlihat sedang termenung seperti pusing memikirkan sesuatu. Dia heran dan bertanya-tanya. Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Alea? Hentikan, Keano! Lo udah janji mulai detik ini lupakan semua perasaan lo ke Alea! Batinnya memberontak. Semenjak kejadian waktu itu dan Jeje menemuinya kemarin. Belum lagi Jeje mengetahui perasaannya pada Alea. Keano merasa bersalah, padahal Jeje adalah saudara kandungnya. Dia pun memutuskan untuk melupakan Alea, sesulit apa pun itu demi hubungan baiknya dengan Jeje. "Bang?" Jeje kaget begitu tangan Keano menepuk bahunya. "Astaga, Keano!

