Andre dibuat tak percaya dengan apa yang ditampilkan di layar monitor putranya. “Kamu dapet darimana?” “Om Kenzo.” “Ken memberikannya sama kamu?” Evan menggeleng. “Aku yang minta.” Andre melongo. “Kenapa kamu sampai minta rekaman cctv orang?” “Papa itu harusnya berterimakasih sama aku, bukannya malah tanya-tanya begitu,” Evan melipat kedua tangannya di depan d**a. “Tapi kamu masih terlalu kecil untuk berbuat seperti itu, Evan?” “Jadi Papa gak suka aku melindungi Mama? Papa lebih suka Mama dicelakakan Om itu?” Andre menghela napas. Entah kenapa ia bisa kecolongan seperti ini. “Aku gak akan maafin Papa kalau sampai terjadi sesuatu sama Mama,” ancam Evan. “Kapan kejadiannya?” suara Andre melembut. “Hmmm waktu Papa ke Jakarta.” “Apa yang membuat kamu meminta Om Ken mencarikan rek

