Bab 178: Ancaman Genta

1343 Kata

Pahlevi Bimantara sedang menunggu seorang kawannya ketika seseorang tiba-tiba duduk di hadapannya dengan senyum angkuh. “Kamu?!” ucap Pahlevi geram. “Selamat siang, Om,” Gentar tersenyum lebar pada lawan bicaranya. “Apa maumu sebenarnya?” “Tidak ada. Om belum pesan?” Genta melirik buku menu yang masih ada di meja. Ia kemudian menariknya, dan memanggil pelayan. “Kali ini biar aku traktir dan pesankan makanan spesial buat Om.” “Jangan macam-macam, Genta.” Genta terkekeh. Bagaimana mungkin seorang Genta dengan sepak terjangnya selama ini akan gentar dengan ancaman seorang Bimantara. Tentu saja tidak. “Mauku tuh gak banyak, Om. Cuma satu saja. Tapi Om membuat semuanya menjadi rumit. Padahal, aku bisa saja membuat Om tinggal duduk manis, tanpa perlu repot mengurus perusahaan tapi tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN