END S2: BERSAMA

2873 Kata

“Maman?” “Ya, ma chérie?” “Lihatlah tangan Aya.” Belle mendekat, mengamati jemari mungil bayinya, lalu keningnya mengernyit. ‘Tak ada yang salah,’ batinnya. “Aya seperti sedang memegang sesuatu,” ujar Rosé lagi. ‘Aaa!’ Belle terkekeh. “Karena waktu di perutku, tangannya selalu begitu. Dan setelah lahir, bayi belum tau harus melakukan apa dengan tangannya.” Rosé mengangguk-angguk. “Nanti Aya akan membukanya?” “Tentu.” “Itu karena Aya masih bayi?” Belle mengangguk. “Oke.” “Apakah Maman boleh menyiapkan makan malam dulu? Rosé bisa menjaga Aya sebentar?” “Bisa!” jawabnya, nyaris memekik antusias. Setiap sore, selepas ketiga malaikat kecilnya pulang, rumah kembali terasa ramai. Ada hal-hal yang tumpang tindih seperti suara napas bayi, percakapan Belle dengan Marcel, Livio, dan Lyan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN