S2: TEMPAT BERTUMBUH

1648 Kata

“Aku juga mengamati, love. Bukan hanya ingin menurutimu.” Gyan terdengar meyakinkan. “Kamu juga tau terkadang waktu pulangku tak bisa ditebak, meski sebagian besar bisa aku atur.” Pagi itu, Belle duduk di sofa dengan Aya tertidur di dadanya. Ranier berguling di karpet sambil membuat suara mobil balap, Léon sibuk menyusun balok kayu menjadi bangunan yang terlalu ambisius untuk usianya. Sementara Rosé duduk di dekat jendela sambil menikmati su5u hangat, bersisian dengan boneka kelincinya. Gyan berdiri di dapur, menatap pemandangan yang sama. Rumah yang hidup, ramai, dan… cukup melelahkan meski tak pantas disandingkan dengan kata capek. “Jadi, apa yang kamu pikirkan?” balas Belle. “Ada satu fakta yang tidak bisa kita sanggah.” Belle menaikkan alisnya. “Kita terlalu banyak mengerjakan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN