Malam yang panjang itu akhirnya meluruh menjadi pagi yang damai. Kamar utama mansion klan Serigala Hitam diselimuti keheningan yang nyaman, hanya interupsi oleh suara napas teratur dari sepasang suami istri yang masih terlelap dalam pelukan erat. Cahaya matahari pagi mulai menembus tirai tipis, memberikan rona keemasan pada kulit porselen Tiara yang masih sedikit memerah akibat cumbuan semalam. Tiara perlahan membuka matanya. Ia merasakan tubuhnya luar biasa ringan, meski ada rasa pegal yang tertinggal di area pinggul dan paha dalamnya. Ia melirik ke samping dan menemukan Abimana masih memeluk pinggangnya dengan posesif. Wajah suaminya yang biasanya kaku, dingin, dan penuh perhitungan, kini terlihat begitu tenang dan damai. Tidak ada gurat stres dari ancaman Hydra atau kerumitan finansial

