Ruangan kerja Abimana Narendra Tama, yang didominasi oleh panel kayu gelap dan rak buku setinggi langit-langit, selalu menjadi pusat kendali yang tenang dan tak terganggu di dalam mansion mewah itu. Sore itu, ketenangan tersebut dipecahkan oleh nada serius yang ia gunakan saat berbicara di telepon. Wajah Abimana tampak tegas, memancarkan aura seorang pemimpin yang sedang menghadapi situasi genting. Di hadapannya, Surya, kepala keamanan pribadinya, berdiri tegak, memegang tablet yang berisi peta digital dan laporan visual. “Surya, pastikan tidak ada celah. Jaga ketat perimeter dalam dan luar,” perintah Abimana, suaranya dalam dan berwibawa, berbicara kepada seseorang di ujung telepon. “Saya tidak peduli seberapa kecil ancamannya, Saya tidak mau mengambil risiko sedikit pun saat ini. Keama

