Suasana di ruang tamu menjadi lebih hangat dan santai. Arielle, yang tampak rindu dengan aroma bayi, meminta izin kepada Tiara untuk menggendong Bian. "Boleh aku menggendong si jagoan kecil ini? Dia tampak sangat tenang, mirip sekali dengan Tuan Abimana," ujar Arielle sambil meraih Bian dengan gerakan yang sangat luwes. Tiara dengan senang hati membiarkannya. "Tentu, Arielle! Bian memang lebih tenang, tapi kalau sudah lapar, teriakannya bisa meruntuhkan rumah." Kedua wanita itu pun asyik mengobrol sambil bergeser ke arah sofa yang lebih jauh, meninggalkan kereta bayi tempat Tiana berbaring di bawah pengawasan Leonel. Leonel berdiri sendirian, menatap bayi perempuan itu dengan tangan yang disembunyikan di saku celana kainnya. Ia memastikan ibunya dan Tiara sedang sibuk dengan Bian sebe

