Pagi itu, Abimana berada di ruang kerjanya. Ruangan itu didesain dengan kesederhanaan minimalis, didominasi oleh meja kayu keras yang masif dan jendela kaca besar tanpa bingkai yang membentang dari lantai hingga langit-langit, menghadap langsung ke taman kecil yang ia siapkan khusus. Di luar jendela, Tiara terlihat santai. Dia mengenakan maxi dress longgar yang memperlihatkan lekuk kehamilannya yang mulai terlihat samar. Tangannya yang elegan sibuk memindahkan bibit bunga Frangipani berwarna merah muda ke pot keramik. Pemandangan itu begitu damai, kontras tajam dengan dunia Abimana yang dipenuhi angka, strategi, dan keputusan berat. Abimana seharusnya fokus pada laporan keuangan terbaru. Namun, tatapannya teralih, terpaku pada siluet Tiara yang membungkuk lembut di bawah sinar matahari t

