USG pertama πŸ”₯

1548 Kata

Abimana tetap menempel pada Tiara, merasakan kehangatan yang membasahi mereka. Kepalanya terkulai di punggung Tiara, menikmati kelelahan yang bercampur euforia kemenangan. Ia tahu, tidak ada nikmat yang lebih besar dari membuat wanita ini meledak di bawahnya. Ia perlahan bangkit, mengangkat tubuhnya, lalu membalikkan Tiara agar mereka berhadapan. Matanya menyala, menelusuri setiap inci tubuh Tiara yang kini basah dan lembut. "Lihatlah ini," desis Abimana, jarinya mengusap jejak gairah yang tersisa di perut Tiara. "Kau luar biasa. Kau gila dalam pelayananku, Tiara. Aku tidak pernah cukup." Tiara mendongak, matanya bertemu dengan sorot mata Abimana yang gelap, penuh nafsu. Ia membusungkan d**a, menerima pujian itu sebagai pengakuan atas kemampuannya memuaskan pria dominan ini. "Dan kau,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN