Mendekat Tanpa Mengusik Luka

1444 Kata

Pintu ruang kerja Rafael disalah satu rumah sakit terbuka begitu saja tanpa ketukan. Membuat Rafael kaget setengah mati. Kalau boleh ia ingin menggetok kepala temannya itu. “Van, lo—!” Rafael yang tengah berdiri sambil menuang air ke gelas langsung tersentak. Isi dalam gelasnya hampir tumpah saat menoleh dan mendapati sosok yang sangat ia kenal berdiri santai di ambang pintu. “Lo ngapain sih, Van?” Rafael mencak-mencak. “Assalamualaikum kek. Jangan main nyelonong aja! Kayak jin aja lo.” Revan tidak terlihat bersalah sedikit pun. Ia malah melangkah masuk, menutup pintu, lalu menjatuhkan dirinya ke kursi tamu seolah itu ruangannya pribadinya. “Gue lapar,” jawabnya singkat. Rafael mendengus. “Jam makan siang malah nyasar ke kantor gue. Klinik lo kebakaran, apa gimana? Makan sana, apa lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN