Jakarta— 5 Bulan Lalu. Suasana di bandara pribadi Atmajaya sangat mencekam. Hujan deras mengguyur landasan pacu. Xander berdiri di bawah payung hitam besar, matanya mengawasi brankar Jourell yang diangkat sangat hati-hati masuk ke dalam perut pesawat Boeing yang sudah diubah menjadi rumah sakit berjalan. Di belakangnya ada Jasson dan Wilder yang mengawasinya dengan mata yang tajam. Jourell masih belum sadar sepenuhnya. Wajahnya dipenuhi selang, dan monitor jantung di samping brankarnya terus berbunyi ritmis. Dokter Miller menyatakan bahwa memindahkan Jourell adalah risiko besar, tapi Wilder bersikeras. Jakarta sudah tidak aman. Albert memang sudah diringkus, tapi antek-anteknya masih berkeliaran dan siap menghabisi Jourell di rumah sakit kapan saja. "Zia, masuk ke pesawat," perintah Xan

