"Henti jantung. Pukul 04:12 pagi." Suara Dokter Miller terdengar seperti vonis mati. Letizia tidak bergerak. Ia masih menempel di kaca, matanya kosong menatap monitor yang menampilkan garis lurus tanpa henti. Di dalam sana, petugas medis mulai melepaskan sarung tangan mereka. Lalu, sebuah keajaiban yang menyakitkan terjadi. Satu sentakan listrik terakhir membuat jantung itu berdenyut kembali. Sangat lemah, tapi cukup untuk membuat Dokter Miller berteriak memanggil bantuan tambahan. "Dia kembali! Tapi kondisinya sangat kritis," Dokter Miller keluar ruangan dengan napas tersengal, menatap Xander dan Letizia. "24 jam ke depan adalah masa penentu. Jika lewat dari itu jantungnya berhenti lagi, atau otaknya tidak merespons... kita harus merelakannya." *** 5 Bulan Kemudian... Groningen, Bel

