Bab 21. Desah Dan Resah

1670 Kata

Udara kota Bandung terasa cukup dingin dengan kabut tebal yang menyelimuti. Rintik hujan masih terdengar di luar sana seolah mengiringi desahan lirih dari dalam kabin yang dihuni sepasang suami istri yang honeymoon terlambat itu. Di sana, di dalam bath up yang terisi air hangat berbusa terjadi pertempuran yang sengit. Tubuh Letizia tampak bergerak malu-malu di atas Jourell yang memeluknya dari belakang. “Lebih keras lagi." Jourell mengeram rendah, mengeratkan pelukannya disertai jilatan liar pada leher Letizia yang basah. “Aku capek ... pengen istirahat.” Letizia merengek manja, tubuhnya lelah tapi hasratnya terus dipancing hingga tak bisa menolak permintaan gila suaminya ini. “Aku belum.” Bukannya berhenti, Jourell justru kian liar. Bukan hanya menjilat, ia juga meraih dagu Letizi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN