Serentetan kejadian malam 6 tahun lalu kembali terlihat dibenak Letizia. Ia menutup matanya rapat-rapat seraya menutup telinga, suara tembakan, umpatan dan benda-benda berjatuhan kembali terlintas. Ia sudah dewasa dan mengerti apa yang telah terjadi. Malam itu Ayahnya baru pulang dengan pakaian dinasnya, raut wajahnya tampak marah dengan mata memerah seperti baru menangis. Letizia tidak bisa bertanya jelas, ia hanya ingat Ayahnya meminta agar mereka cepat meninggalkan rumah sebelum orang-orang itu datang. Suara dering ponsel mengejutkan Letizia, mengembalikan lagi kesadarannya yang hampir jatuh pada masa lalu. Wanita itu menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan, dengan tangan gemetar ia mengambil ponsel. “.... ” Mata Letizia yang semula sayu seketika membulat sempurna mend

