Wajah Letizia memerah sempurna. "Jourell, kau... kau selalu bicara begitu." "Bicara bagaimana?" Jourell menarik pinggang Letizia hingga tubuh mereka tak berjarak. "Bahwa aku menginginkanmu sampai rasanya aku hampir gila di tengah ledakan tadi hanya karena memikirkan belum sempat menyentuhmu malam ini?" Letizia tidak bisa menjawab lagi. Gairahnya sudah di ubun-ubun. Ia menarik tengkuk Jourell, membungkam bibir suaminya dengan ciuman yang menuntut. Jourell menyambutnya dengan buas, ia mengangkat tubuh Letizia, mendudukkannya di atas meja wastafel marmer yang luas. Di sana, di bawah cahaya lampu temaram, Jourell mencintai Letizia dengan cara yang jauh lebih intens dari biasanya. Setiap sentuhan Letizia pada tato naga di tubuh Jourell seolah menyulut api yang lebih besar. Letizia mengerang

