Dua minggu pertama setelah pulang dari rumah sakit adalah masa-masa paling sunyi di Mansion Atmajaya. Letizia benar-benar membungkam suaranya. Ia menjadi bayangan yang bergerak di antara lorong-lorong megah, tak tersentuh dan tak terjangkau. Ia masih dilanda rasa sakit karena pengkhianatan yang dibalut dengan cinta. Ia ingin berlari, ia ingin mengepakkan sayapnya lagi agar bisa mencari keadilan. Namun, setiap teringat wajah Jourell hatinya kembali rapuh. Dilema cinta yang luar biasa menyiksa, tak tahu bagaimana ia mengambil sikap yang jelas hatinya benar-benar sangat kecewa kali ini. Mungkin, ia hanya perlu diam dan diam agar para penguasa itu puas. Begitulah yang tanamkan dalam otaknya yang tak lagi sepolos dulu. Namun, perlahan, tembok itu sedikit retak—tapi bukan untuk Jourell. Letiz

