Letizia menghentikan gerakan tangannya, meraih gelas yang berisi wine lalu ditegak habis. Rasa hangat dari rayuan Jourell mendadak mendingin saat akal sehatnya kembali mengambil alih. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata hazel suaminya, mencari sesuatu yang janggal di sana. "Tunggu," ucap Letizia, suaranya kini lebih tegas. Ia menarik tasnya sedikit menjauh dari jangkauan tangan Jourell. "Kenapa kau jadi sangat tertarik dengan chip ini? Jourell sempat tertegun, sebuah kedutan kecil muncul di sudut matanya. Reaksi refleks yang sangat jarang terjadi pada seorang pria setenang dia. "Aku hanya mengkhawatirkan keselamatanmu, Zia. Kau sendiri yang bilang musuhnya kejam." "Iya, tapi ini urusan keluargaku. Urusan Paman Albert," balas Letizia dengan kening berkerut dalam. "Kenapa t

