Suasana duka masih menyelimuti keluarga dari anggota kepolisian yang baru saja gugur. Ada dua orang yang dinyatakan tewas, sementara lainnya menderita luka yang masih bisa dirawat. Kegagalan malam kemarin tak membuat Kenji gentar, sebagai seorang Jendral yang telah dipilih langsung oleh atasan ia jelas ingin memberikan yang terbaik. Harga dirinya berada di atas kepala, mana bisa diinjak-injak seperti ini. Ditambah musuhnya kali ini adalah Jourell, musuh lama yang ingin sekali ia jatuhkan. “Buatkan surat perintah penangkapan untuk Jourell Maximilian, dia terlibat atas kejadian semalam.” Sesampainya di markas setelah upacara pemakaman, Kenji segera memberikan perintah dengan nada tegas. Sejak semalam kepalanya seperti ingin meledak, terhempas ke dalam curam kemarahan yang tak terkendali.

