“Jourell, lihat! Dia menendang lagi!" Letizia tertawa renyah sambil menarik tangan Jourell untuk menempel di perut buncitnya. Mereka sedang duduk di teras apartemen, ditemani sinar matahari musim gugur yang hangat dan sepiring waffle stroberi. Jourell yang tadinya sibuk dengan buku di tangannya, langsung meletakkan buku itu. Wajahnya yang biasanya kaku dan dingin mendadak lumer. Ia menempelkan telinganya di perut Letizia, memejamkan mata menikmati detak jantung kecil di dalam sana. "Kuat sekali tendangannya," gumam Jourell dengan senyum tipis yang tulus. "Sepertinya dia sudah tidak sabar ingin melihat dunia... atau mungkin ingin segera menghajar Han?" Letizia memukul bahu Jourell pelan. "Hush! Jangan ajarkan anakmu dendam sejak dalam kandungan, Tuan Atmajaya." Jourell terkekeh, lalu m

