Groningen sedang dipeluk oleh angin musim gugur yang menusuk tulang, namun di dalam salah satu ruang bersalin University Medical Center Groningen (UMCG), suhu udara terasa mendidih oleh ketegangan. Bau antiseptik yang tajam menyengat indra penciuman, namun bagi Jourell, satu-satunya aroma yang ia rasakan adalah aroma keringat dan perjuangan hidup-mati istrinya. Letizia mencengkeram sprei rumah sakit hingga buku jarinya memutih, nyaris robek. Napasnya pendek-pendek, tersengal di antara rintihan yang menyayat hati. Di sampingnya, Jourell tak bergeming. Pria yang biasanya mengendalikan bursa saham dengan tangan dingin itu kini terlihat rapuh. Kakinya yang sedikit pincang akibat sisa racun di masa lalu bergetar hebat, dipaksa menumpu beban tubuhnya selama berjam-jam. "Tarik napas, Sayang...

