Serena mendengus kesal melihat kelakuan Jasson, namun fokusnya segera kembali pada ponsel. Dengan senyum lebar, ia melangkah masuk ke ruang kerja suaminya. Di sana, Xander terlihat sangat sibuk dengan tumpukan dokumen legal dan beberapa layar monitor yang menampilkan grafik bursa saham yang sedang fluktuatif. "Xander, berhenti sebentar!" seru Serena antusias. Xander hanya bergumam pelan, jemarinya masih menari di atas keyboard. "Nanti saja, Serena. Aku harus memastikan beberapa hal." Serena tidak peduli. Ia langsung menyodorkan ponselnya tepat di depan wajah Xander. "Lihat ini! Dia sudah lahir. Cucumu, Xander! Cucu pertama kita!" Xander tertegun. Gerakan tangannya membeku. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan melepas kacamata bacanya. Matanya yang tajam menatap foto bayi merah yan

