Letizia berteriak dengan mata yang terpejam rapat tatkala Jourell merengkuh pinggangnya dengan sangat erat, kepalanya terbenam sempurna dalam dekapan hingga irama detak jantung Jourell bisa ia rasakan. Letizia dilanda kegugupan luar biasa, tanpa berani mengangkat pandang ke atas. Satu detik, dua detik dan beberapa detik setelahnya tidak ada pergerakan apa pun dari Jourell, memancing hasrat keingintahuan Letizia mendongak untuk melihat apa yang terjadi. Namun, rasanya ia menyesal karena tatapan nyalang bak pedang itu telah menunggunya. Dengan kaku ia mengulas senyum manis. “Kau pusing 'kan? Ayo tidur lagi, akh!” Letizia kembali berteriak, kali ini lebih kaget karena Jourell tiba-tiba membalikkan tubuhnya hingga berada dibawah kungkungan pria itu. “Apa yang kau harapkan?” Jourell terse

