Semenjak malam itu, Letizia menjadi lebih penurut atas perintah Jourell. Ia pun mulai kembali menghangat saat diajak mengobrol oleh Serena begitu pun Jasson. Dua Minggu dalam kepura-puraan manis yang nyatanya begitu pahit bagi Letizia. Ia tidak munafik, kehangatan keluarga ini membuat hatinya goyah, melihat senyum Serena yang tulus dan pelukan hangat Jourell setiap malam membuat dilema besar dalam diri Letizia. Namun, tetap teringat bagaimana dulu keluarganya harus hidup dalam pelarian dan membuat mereka pontang-panting akibat teror j*****m Jourell, hati Letizia kembali membatu. Dan akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, ia bangun lebih pagi melepaskan piyama sutra yang dikenakan demi memandangi perutnya yang kini telah menunjukkan baby bump. Benar, usia kehamilannya telah masuk Minggu ke

