Bab 72. Paradoks Dalam Pelukan

1859 Kata

Langkah kaki Jourell terdengar berat dan menyeret di sepanjang koridor menuju kamar utama. Ia tidak mengganti pakaiannya, tidak juga menyeka percikan darah yang mulai mengering di rahangnya. Ia tampak seperti iblis yang baru saja pulang dari medan perang, namun dengan sorot mata yang kosong dan hancur. Pintu terbuka, menunjukkan sosok Letizia yang sedang duduk di kursi dekat jendela. Wanita itu langsung tersentak berdiri. Buku yang dipegangnya jatuh ke lantai dengan suara berdebam pelan. Matanya melebar, membelalak ngeri melihat pemandangan di depannya. Kemeja putih Jourell kini berubah warna menjadi merah gelap yang mengerikan. Bau amis besi yang menyengat langsung memenuhi ruangan, menyingkirkan aroma vanila yang biasanya menenangkan. "Jourell..." suara Letizia bergetar hebat. Ia mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN