144~DS

1518 Kata

Setelah menutup pintu mobilnya, Sinar tidak langsung melangkah pergi. Pandangannya tertuju pada sebuah city car putih, yang baru saja melintasi gerbang dan membunyikan klakson pelan ke arahnya. Sinar tetap berdiri di tempat, menunggu hingga mobil itu parkir lebih dulu. Begitu pintu pengemudi terbuka dan Melati turun, bibir Sinar spontan mencebik. “Baru, nih!” ujar Sinar mulai melangkah sambil menggandeng Asa. “ “Udah lama. Kamu aja baru lihat,” ujar Melati sambil melihat Asa, tetapi tidak melihat bayi perempuan dengan pengasuhnya. “Yang cewek nggak dibawa?” “Nggak,” jawab Sinar melihat sekilas pada mobil Elo yang sudah terparkir sejak tadi. “Aku mau keliling sama bu Elia nyari barang. Jadi, Aya ditinggal daripada rewel.” “Yang ini plek kayak El, ya!” Melati menatap sebentar pada Asa,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN