Sepanjang jalan hening, tetapi sesekali Baja melirik-lirik Aylin. Tak tahan dengan keheningan itu, sebagai yang lebih tua Baja pun membuka suara. "Apa seharusnya Mas nggak misahin kamu dari Raja tadi?" Aylin menoleh. Sekilas bertatapan sebelum sorot mata Baja kembali lurus ke jalanan, oper gigi mobil. "Kamu kelihatan kesal," imbuh Baja. "Mas pikir kamu serius mau move on." Makin dalam kernyitan di kening Aylin. Rupanya sudah sampai di pelataran rumah besar orang tua Baja. Well, Aylin baru pertama kali ke sini. Dan bukannya fokus pada sekitar, tatapan Aylin sejak tadi cuma di Baja. "Aku serius. Dan keselnya aku bukan karena Om Raja. Kenapa Mas malah mikir ke sana?" "Kalian nempel tadi." Baja lepas sabuk pengaman. "Soal itu di luar kendaliku. Justru aku kesel karena Mas ... ah, udahl

