Rasanya tadi masih duduk, tetapi sekarang Aylin sudah rebah. Ditambah blus yang dia kenakan mulai disingkap sedikit demi sedikit. Sebuah tangan asyik menyusup, mengusap-usap bagian perut. Iya, tangan Baja. Sementara, tatapan keduanya bertemu mata ke mata. Bibir tak saling bicara. Menikmati skinship yang sedang dicipta. Aylin tidak menolak, lagi pula sebelumnya sudah pernah. Jadi ... biarkan saja. Sekarang wajahnya disinggahi bibir lelaki itu, dikecup-kecup dengan ritme syahdu. Terasa sensual sebab tidak buru-buru. Aylin berjengit sesaat ketika dadanya ditangkup, di dalam pakaian itu. Sejujurnya masih malu. Dengan serangan kecup yang arahnya merambat ke daun telinga sekarang. Aylin berpegang di lengan alot itu. Baja tampak sibuk, Aylin malah bingung mau apa. Mendengar deru napas pria

